Maulid Akbar Gerindra Natar, 2.500 Anak Yatim Piatu Terima Santunan


LAMPUNG SELATAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Natar menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (5/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri ribuan masyarakat. Turut hadir Gubernur Lampung sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPC Gerindra Lampung Selatan Erma Yusneli, S.E., M.M., M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., serta Ketua PAC Gerindra Natar Sudarno.


Hadir pula jajaran pengurus dan kader Gerindra, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim dan piatu dari 26 desa di Kecamatan Natar.


Dalam sambutannya, Erma Yusneli mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan dan kepedulian terhadap sesama.


“Maulid ini bukan hanya seremonial. Ini saatnya kita meneladani sifat jujur, kasih sayang, dan kepedulian Nabi kepada umat. Salah satunya dengan berbagi kepada anak-anak yatim,” ujar Erma Yusneli yang akrab disapa Bunda Erma.


Sebanyak 2.500 anak yatim dan piatu se-Kecamatan Natar menerima santunan berupa uang tunai. Selain itu, sejumlah anak yatim dari beberapa desa di Kabupaten Pesawaran juga turut menerima santunan dalam kegiatan tersebut.


Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan dengan pembagian langsung kepada para penerima. Erma Yusneli bersama jajaran PAC Gerindra Natar turut menyerahkan santunan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang akrab disapa Mas Egi, serta M. Syaiful Anwar juga ikut berpartisipasi dalam penyerahan santunan.

Para kader dan anggota PAC Gerindra Natar turut membantu proses pembagian santunan dengan penuh semangat dan antusiasme.


Dari Kabupaten Pesawaran, Anggota DPRD Pesawaran dari Fraksi Gerindra, Eko Saputra, turut hadir dan berpartisipasi dengan membawa sekitar 300 anak yatim dari sejumlah desa, yakni Desa Trimulyo, Rejo Agung, Negara Ratu Wates, dan Bumi Agung.


Eko Saputra menilai kegiatan tersebut merupakan momentum positif untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus menjadi ladang amal bagi semua pihak.


“Ini adalah momentum yang baik dan menjadi ladang pahala. Kebaikan harus dimulai dari kepedulian kita kepada mereka yang membutuhkan, termasuk memberikan perhatian dan membantu anak-anak yatim dan piatu,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua PAC Gerindra Natar, Sudarno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Partai Gerindra terhadap masyarakat.


“Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan. Gerindra hadir tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan untuk membantu masyarakat,” kata Sudarno.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Ustaz Miftahul dari Rulung Mulya, Pondok Al-Ikhlas. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, serta memperbanyak shalawat.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Warga berharap kegiatan sosial dan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.


Tuan rumah sekaligus pelaksana kegiatan, Hasanudin yang akrab disapa Bang Jo, mengaku bersyukur dan bahagia karena seluruh rangkaian acara dapat berlangsung lancar tanpa kendala.


“Kami sangat senang dan bersyukur kegiatan yang positif ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan piatu,” ujar Bang Jo.


Salah seorang wali anak yatim juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

“Kami sangat terbantu dan senang. Terima kasih kepada Ibu Erma, Bang Jo, dan PAC Gerindra Natar yang sudah peduli kepada anak-anak yatim,” ujarnya.


Sudarno menegaskan, kegiatan sosial dan keagamaan akan terus dilakukan selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kegiatan kepedulian sosial dan keagamaan akan terus kami lakukan. Selama kegiatan itu untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat, mengapa harus ada alasan untuk tidak melaksanakannya atau menundanya,” pungkas Sudarno.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama